Kelurahan Bukuan merupakan salah satu Kelurahan yang terletak di Kecamatan Palaran Kota Samarinda. Kelurahan Bukuan merupakan wilayah berkembang dengan dibangunnya Pelabuhan Peti Kemas yang merupakan sumber penunjang perkembangan perdagangan dan perekonomian di wilayah Samarinda dan sekitarnya.

  Wilayah Kelurahan Bukuan ini juga ditunjang dengan sarana umum yang cukup memadai, yakni tempat pelayanan kesehatan Puskesmas Bukuan serta sarana pendidikan seperti Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Satu-satunya wilayah transisi yang sudah memiliki sarana tehnologi komunikasi yang memadai yakni keberadaan internet dengan jaringan fiber optik sejak tahun 2016. Sehingga faktor penunjang tambahan informasi yang cepat dan tepat dapat bermanfaat bagi peningkatan sumber daya manusia.

  Kelurahan Bukuan memiliki bentuk masyarakat yang heterogen namun kebersamaan dalam gotong-royong masih kental karena dulunya merupakan wilayah transmigrasi dari wilayah pulau Jawa. Budaya adat dari wilayah asal pun masih kental sehingga masih banyak kegiatan kemasyarakatan yang berbau adat asal setempat, misalnya kegiatan Bersih Desa, Paguyuban, Kesenian Jaranan, Satu Suro dan lain-lain yang masih dilestarikan oleh Suku Jawa.

  Keragaman di Kelurahan Bukuan juga tercermin dengan bermacam suku etnis yang menetap yakni mulai suku Papua, NTT, Toraja, Jawa, Sunda, Banjar, Bugis, Dayak dan lain-lain. Selain keragaman etnis di Kelurahan Bukuan juga memiliki penganut Agama Kristen yang cukup banyak disamping mayoritas merupakan beragama Islam, sehingga tempat ibadah di Kelurahan Bukuan selain banyaknya Masjid dan Langgar juga ada beberapa Gereja.

  Perbedaan yang signifikan dengan keragaman masyarakat Kelurahan Bukuan tidak mengurangi daripada kebersamaan masyarakat untuk membangun wilayahnya yang termasuk wilayah paling ujung di Kota Samarinda. Keaktifan masyarakat dalam kegiatan organisasi dan kegiatan kemasyarakatan lainnya bisa dipandang sangat baik karena faktor masyarakat yang selalu ingin aktif dan bisa memberikan manfaat bagi dirinya maupun lingkungannya. Sehingga kegiatan Organisasi yakni LPM serta pemberdayaan perempuan PKK pun semakin maju.

  Faktor pendukung kegiatan organisasi di Kelurahan Bukuan ini adalah dengan keberadaan gedung Balai Desa Kelurahan Bukuan yang cukup mumpuni untuk berbagai kegiatan masyarakat yang bermanfaat. Selain digunakan untuk kegiatan kantor dan masyarakat juga dapat digunakan untuk sarana olahraga seperti Bulu Tangkis/Badminton.

  Kegiatan Pertanian dan Perkebunan di wilayah Kelurahan Bukuan juga menjadi andalan, disamping kondisi alam di Kelurahan Bukuan juga sudah rusak dengan adanya kegiatan pertambangan batubara serta pembangunan proyek yang tidak sesuai AMDAL. Sehingga faktor pendukung kegiatan pertanian dan perkebunan pun cukup terhambat terutama permasalahan irigasi. Namun dengan semangat dari Kelompok Tani dan didukung pula dengan pembinaan Pemerintah Kota Samarinda melalui PPL Pertanian setempat dan Pimpinan Wilayah/Lurah yang terus berusaha menjadikan bidang ini sebagai unggulan maka kegiatan Pertanian dan Perkebunan akan semakin berkembang.

  Dukungan lainnya yakni kerjasama Perusahaan yang masih aktif diwilayah Kelurahan Bukuan, seperti perusahaan tambang PT. ECI, peti kemas PT. PSP, perusahaan kayu PT. Tirta Mahakam, PT. Karunia Jaya Semesta dan PT. Tunggal Yudi/ex. Barito, PT. Borneo Karya Persada dan Depo-depo yakni PT. Tanto, PT. SPIL, PT. Meratus, PT. Samudra Golden Mitra dan PT. Puji Surya Indah. Dukungan perusahaan di Kelurahan Bukuan sudah bisa dibilang cukup baik, namun masih ada beberapa perusahaan yang masih belum cukup mendukung. Faktor ini juga dikarenakan kurangnya perhatian dan keterbukaan perusahaan untuk laporan CSR kepada pihak pemerintahan Kelurahan.

  Disamping kemajuan wilayah namun masih ada kekurangan kebutuhan air bersih di Kelurahan Bukuan masih kurang terpenuhi karena perusahaan pemerintah yakni PDAM yang belum terealisasi. Walaupun sudah dipenuhi oleh pihak swasta yakni CV. Lima Bersaudara namun masih belum cukup memenuhi kebutuhan air bersih di seluruh wilayah Kelurahan Bukuan, selain itu juga banyak masyarakat yang menolak untuk penggunaan sarana air bersih dari pihak swasta ini dikarenakan tarif harga air yang jauh 3 kali lipat lebih mahal dari tarif standar PDAM sehingga cukup memberatkan masyarakat untuk memanfaatkan dan akhirnya penggunaan air sumur bor mandiri pun menjadi andalan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih ini. Maka merupakan harapan besar bagi masyarakat Kelurahan Bukuan untuk mendapatkan pembangunan sarana air bersih dari Pemerintah yakni PDAM dan upaya permohonan ini sudah diajukan oleh masyarakat melalui perwakilannya LPM Kelurahan Bukuan kepada Walikota Samarinda.

  Perkembangan Kelurahan Bukuan dengan pembangunan Peti Kemas juga akan dibarengi dengan Pelabuhan Penumpang yang nantinya akan segera dibangun. Dengan bertambahnya fasilitas sarana dan prasarana di wilayah Kelurahan Bukuan ini diharapkan pula dapat meningkatkan kemajuan pembangunan infrastruktur di Kelurahan Bukuan yang masih belum memadai. Dengan ini semoga Kelurahan Bukuan menjadi wilayah yang maju mulai dari wilayahnya juga masyarakatnya yang BERSIH, SEJAHTERA dan BERBUDAYA (BERJAYA). (did12ul)



Selamat datang di Website Resmi Kelurahan Bukuan
Daftarkan Aplikasi Pesan KaKe KB & Kesehatan melalui SMS dengan Ketik : BUKUAN(spasi)DAFTAR(spasi)NIK(spasi)NAMA kirim ke 1280 untuk mendapatkan info berupa SMS Broadcast tentang KB & Kesehatan
Download e-bukuan di ponsel Android dan dapatkan layanan e-warga untuk pelayanan di Kelurahan